saat ini anda berada di halaman
Single Post Page
Uncategorized

ketika rindu menepi

ketika rindu menepi,
hamburkan riuhnya deburan busa busa cinta yang terkikis sepi,
bertahun hantaman ombaknya bak abrasai hati,
terkoyak lantunan indah siulnya burung – burung pipit putih,
gelegar dentuman gulungan ombak mengbentur diri,
seakan dia berkata legakan hati ini jangan kau himpit aku dengan duri,
deru sedu sedan memandangangi cakrawala di ufuk tinggi,
bantalan kapuk awan mega putih menghias diri di langit-langit sebelah matahari,
gemercik tak terasa bening air mata tertetes bak titik yang pasti,
TANDA PILU HATI SAAT RINDUNYA  MENEPI.

About Mujab Muragaf

Adakalanya kucatat isi otak ini Saat rindu Kala dalam selubung duka Atau dalam bunga senyum Saat kucatat ingin sekali engkau membacanya Dalam sajakku Coretan pribadiku Lalu engkau rasakan Betapa berartinya engkau dalam catatanku Tapi ada kalanya Aku tak ingin engkau membacanya Tidak juga puisiku Biar saja kugantung dalam tiang anganku Atau Kukubur dalam rasaku Ah rasa yang tak pernah kau mengerti Dan jangan pernah kau mengerti Biar kumakamkan di sini Di hatiku yang sepi Lalu kutinggalkan bersama mimpi yang sunyi

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Semua catatan

Daftar isi :

Semua Catatan

%d blogger menyukai ini: